Kupang - Reportase Buser Siaga,
Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ILO, UNODC, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), serta Solidaritas Perempuan Flobamoratas menggelar Lokakarya Pelatihan (Lokalatih) Pengelolaan Kasus Responsif Gender di Aston Kupang Hotel & Convention Center, 7–9 April 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta lintas sektor, 40 persen di antaranya perempuan. Mereka berasal dari perangkat daerah, aparat penegak hukum, organisasi perempuan, perangkat desa, hingga Migrant Worker Resource Center (MRC). Lokalatih bertujuan meningkatkan kapasitas dalam deteksi risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO), identifikasi korban, penyusunan SOP daerah, penguatan mekanisme rujukan, serta memastikan akses keadilan yang responsif gender bagi pekerja migran perempuan.
Sementara itu dari sumber Artikel berjudul " Kupang Jadi Percontohan Penguatan Perlindungan Pekerja Migran, Fokus Cegah TPPO dan Responsif Gender ", selengkapnya dengan link: Perwakilan Solidaritas Perempuan Flobamoratas, Irene Kanalasari, menekankan pentingnya perspektif gender.
Dapat di ambil Sumber Artikel berjudul " Kupang Jadi Percontohan Penguatan Perlindungan Pekerja Migran, Fokus Cegah TPPO dan Responsif Gender ", selengkapnya dengan link: https://flotim.pikiran-rakyat.com/daerah/pr-36610125983/kupang-jadi-percontohan-penguatan-perlindungan-pekerja-migran-fokus-cegah-tppo-dan-responsif-gender?utm_source=social_link&utm_medium=social_link
Perwakilan Solidaritas Perempuan Flobamoratas, Irene Kanalasari, menekankan pentingnya perspektif gender.
Kesimpulan kegiatan ini ada bagian penting pemenuhan fungsi peran serta masyarakat sebagai Pengendali yang objektif dalam menangani kasus kasus tertentu yang bertindak terukur dan berwibawa.
( neil)
.jpeg)



Social Header